
Halmahera Selatan // patroli86.com// — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Marhaenisme (DPC GPM) Halmahera Selatan mendesak Gubernur Maluku Utara, Sherly Djoanda Laos, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia untuk segera meninjau langsung proyek bronjong di Desa Kubung, Kecamatan Bacan Selatan, yang ambruk meski belum genap satu tahun sejak dibangun,pada Selasa/1/juli/2025.
Ketua DPC GPM Halsel, Bung Harmain Rusli, kepada media ini , menyatakan bahwa proyek dengan anggaran mencapai Rp20 miliar tersebut seharusnya menjadi solusi pengendalian banjir dan perlindungan lingkungan di wilayah tersebut. Namun, kenyataannya, konstruksi bronjong itu kini telah rusak dan terbongkar di sejumlah titik.
“Ini proyek bernilai besar, tapi belum setahun sudah ambruk. Kami menduga ada masalah serius dalam perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan proyek ini. Gubernur dan Kepala BPBD RI harus turun langsung melihat,” tegas Harmain.
GPM Halsel menilai kerusakan dini pada proyek tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait, termasuk Dinas PUPR dan BPBD provinsi. Mereka juga mempertanyakan kualitas jasa konstruksi serta proses pengadaan yang melatarbelakangi pelaksanaan proyek tersebut.
“Jangan sampai rakyat hanya dapat imbas dari proyek yang gagal tersebut, sementara anggaran miliaran terus digelontorkan tanpa hasil. Ini bentuk kegagalan tata kelola,” tambahnya.
DPC GPM Halsel meminta agar dilakukan audit teknis secara menyeluruh terhadap proyek bronjong tersebut dan mempublikasikan hasilnya kepada masyarakat. Mereka juga mengancam akan menggalang aksi protes lebih luas jika pemerintah daerah dan pusat terus bungkam atas persoalan ini.
(Sulfi/patroli86.com)








