
Cilegon, Patroli86.com – Garuda Astacita Nusantara (GAN) Wilayah Banten menggelar rapat konsolidasi program ketahanan pangan bersama Yayasan Bhakti Bela Negara dan produsen pupuk organik Embio. Kegiatan ini membahas penerapan Revolusi Pertanian dengan penggunaan benih padi PS 08 serta formula pemupukan organik dari Embio.
Konsolidasi lintas organisasi ini dipimpin Ketua DPW Garuda Astacita Nusantara Banten Harsya Wardhana, didampingi Bendahara Puji Astuti, Ketua Bidang Astacita Taufik Kurnia Diharja, serta Bidang Enam Astacita Nana Supriatna. Dari Yayasan Bhakti Bela Negara hadir Ketua Dewan Pembina M. Fachry Anggara, sementara dari pihak Embio diwakili Prof. Nikolas Heinz dan Amal Herawan.
Agenda utama adalah membahas program ketahanan pangan berbasis revolusi pertanian melalui penanaman padi PS 08 di lahan demplot Yayasan Bhakti Bela Negara Provinsi Banten. Padi jenis ini sebelumnya telah dua kali panen raya dengan hasil 8,7 ton gabah basah per hektar.
Rapat konsolidasi dilaksanakan pada Selasa, (2/9) di Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan rencana pelaksanaan uji coba penanaman di lahan sawah setempat.
Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan hasil panen menjadi minimal 10 ton gabah basah per hektar serta mendorong Provinsi Banten kembali menjadi salah satu penyumbang gabah terbaik nasional, bahkan menargetkan masuk lima besar penghasil gabah organik secara nasional.
Program dilakukan melalui teknik pemupukan organik dari Embio yang mampu memulihkan unsur hara tanah. Strategi ini dipilih agar pertanian tetap dapat dilakukan di kawasan industri dengan tingkat pencemaran tinggi seperti Cilegon.
Ketua DPW GAN Banten, Harsya Wardhana, menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Tanah Air.
(Humas/Media GAN Banten)








