
Solok,, Patroli86.com,,
2/10/2025
Berkat perjuangan dari segala pihak, dan juga sering di viralkan di media-media sosial
Pada Tahun ini Jalan Nasional Padang Muara Labuh di Aie Dingin dapat bantuan perbaikan
Akan tetapi tidak semua mulus dalam pelaksanaannya
Seperti insiden penggertakan dan bicara tidak sopan oleh salah seorang anggota Proyek PT SADEWA dan Yang Sub Oleh CV YLM, yang berakhir dengan permintaan maaf
Kejadian ini berawal dari salah seorang orang tua di Jorong Cubadak lewat dan berhenti dalam antrian, situasi dan kondisi memang keadaan jalan yang buka tutup karena ada perbaikan jalan
Naassnya, pekerja yang mengontrol berbicara tidak sopan kepada orang tua tersebut ” Kamu sudah tua tidak tau aturan ” ucapnya
Di tanggapi oleh orang tua tersebut ” Bicara sajalah baik-baik, dan lagian posisi saya sekarang kan tidak salah ”
Kembali di omeli oleh pekerja tersebut ” Kamu sudah tua, tidak mau di bilangin. Belum tau kamu saya orang aceh ” katanya
Di jawab kembali ” Posisi mengantri saya disini, saya tidak mengambil jalan orang. Jika saya mengambil jalan orang wajarlah anda bicara kasar. Jadi, hatil-hatilah kalau bicara. Dan apakah kamu orang yang baru masuk di suatu proyek. Janganlah kasar dan arogan seperti itu ”
Kembali di timpali ” Kamu sudah tua, tidak mau di bilangin ya”
Di jawab kembali, ” baik-baik sajalah kalau bicara. Karena tidak enak di dengar nada anda itu ”
Setelah Tim turun kelapangan, di cari informasi dari masyarakat dan Kepala Jorong. Ternyata PT SADEWA Sebelumnya tidak ada konfirmasi dengan beliau dan Ketua Pemuda setempat
Sementara Anak Kamanakan Urang Tuo tadi tidak senang dengan perlakuan anggota proyek tersebut
Maka di minta kepada Pimpro nyo untuk duduk bersama membahas kejadian tersebut, Pertemuan di adakan di Mushalla Nurul Huda Jariangau Jorong Cubadak Nagari Persiapan Sungai Gando Lembah Gumanti. setelah duduk bersama maka di akui dr proyek ini yang salah
Berawal dari CV YLM yang mensub proyek dan beberapa bahan karena merasa orang setempat dia sudah merasa benar sendiri. Kejadian yang di lakukan seperti itu sudah berulang kali.
Untuk itu, harapan masyarakat kepada semua . “Mentang kita sudah besar janganlah berbuat semaunya saja
Karena kampung pasti berpenghuni dan setiap Nagari Punya Adat dan Aturannya”
Tim








