
Donggala – Sulteng ,, patroli86.com.,,
Lokakarya Data Kamus Bahasa Kaili Rai artinya adalah sebuah pertemuan Ilmiah atau kegiatan intensif yang melibatkan para ahli dan pihak terkait untuk membahas, menganalisis, dan memverifikasi data yang akan di gunakan dalam penyusunan atau pengembangan Kamus Bahasa Kaili, khususnya dialek Rai.
Dengan adanya Lokakarya Data Kamus Bahasa Kaili Rai ini untuk menjadikan sebuah Kamus Bahasa Kaili Rai, yang nantinya dengan adanya kamus ini para penutur bahasa Kaili Rai ini bisa berkelanjutan sekaligus bermanfaat kepada anak – anak Muda sekaligus mereka – mereka yang masih duduk dalam bangku sekolah, demikian di katakan Kades Toaya Ompo Wijaya sekaligus sebagai pengisi acara atau Narasumber dan peserta Lokakarya Bahasa Kaili Rai Kepada Awak Media Ini, Senin 3 November 2025.
Ompo Wijaya Mengatakan, Adapun target nya adalah dengan adanya Lokakarya Data Kamus Bahasa Kaili Ray ini nantinya akan bisa di targetkan berikutnya akan menyusul lagi beberapa Sotakata yang nantinya belum di dapatkan.
Kemudian harapan kami dengan adanya Data kamus Bahasa Kaili Rai ini lebih mendominasi lagi mereka – mereka yang sudah di tinggalkan bahasa daerah nya sendiri ini lebih memahami lagi.
Sebetulnya, Kearifan lokal bahasa Kaili Rai ini banyak lagi, dan seketika kita mempergunakan nya dengan baik harap Kades Toaya Ompo Wijaya.
Adapun peserta Jumlah nya 16 orang terdiri dari kalangan Masyarakat Sindue Sebagai Budayawan, ada tokoh masyarakat dan ada beberapa tokoh pendidik.
Selain itu kata Ompo Wijaya, Kegunaan Data Kamus Bahasa Kaili Ray ini bisa disebarkan di sekolah – sekolah, karena dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi itu ada Pencanangan yang namanya ” Melestarikan Bahasa Ibu ” .
Olehnya itu tanggapan Pemerintah Kabupaten Donggala, kegiatan melestarikan budaya yang namanya Bahasa Kaili Rai sudah selalu di canangkan dan program kelestarian ini selalu di lakukan bahkan setiap tahunnya.
Jadi yang menggagas ini adalah mereka – mereka dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, bahkan Ibu Eva dan rombongan dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah melakukan turun ke desa – desa dan saya sendiri sebagai Nara sumber sekaligus peserta, terang Ompo Wijaya ( Kades Toaya).
Salah satu peserta Lokakarya Bahasa Kaili Rai juga seorang Budaya Seni Indrawan Panggagau mengungkapkan, Alhamdulillah dengan mengikuti Lokakarya Data Kamus Bahasa Kaili Rai ini, yang berlangsung dari 1 – 3 Move 2025 di Kecamatan Sindue desa Toaya akan menambah pengalaman khusus Bahasa Kaili Rai, ini bisa menjadi budaya Kaili yang berkembang di Nusantara maupun dunia, saya sangat apresiasi sekali dengan ada nya Kamus Bahasa Kaili Rai, semoga kedepan akan lebih maju lagi, ujar Seorang budayawan dari Sindue Indrawan Panggagau.
Lokakarya Data Kamus Bahasa Kaili Rai merupakan kegiatan yang diadakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah ( BBPST) sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah, Khususnya dialek Kaili Rai, ujar Indrawan Panggagau.
Kemudian harapan utama dari Lokakarya ini adalah untuk melestarikan dan pengembangan bahasa daerah yang terancam punah.
Bahwa Bahasa Kaili Rai, seperti banyak bahasa daerah lainnya, menghadapi tantangan, karena generasi muda cenderung lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dan terkadang merasa malu menggunakan bahasa daerah mereka dalam komunikasi hari – hari, harap Indrawan Panggagau.
Turut hadir dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, dari Peserta 16 Orang yakni Ompo Wijaya ( Nara sumber/ peserta), Abdul Latif, S.Pd. M.Pd, Maelia, Daetija, Restu, Yusuf, Harnis S. Tindavera, Azis, Affandi, S, Elfira, Indrawan Panggagau, Muh. Nur Hi
Lapaninjo, Bahrin, Elfa, dan Syahari Ayu Bachtiar, Lokakarya ini berlangsung 1 – 3 November 2025 di SDN I Sindue. ( HARD )







