
Patroli 86 com yang dikategorikan sebagai kelompok narkoteroris”.
Kerja sama ini menandai peningkatan signifikan dari operasi sebelumnya yang lebih banyak menargetkan kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba di kawasan Karibia dan Pasifik Timur.
Dalam operasi terbaru, Pasukan Khusus AS dilaporkan memberikan dukungan strategis, intelijen, serta bantuan logistik kepada komando militer Ekuador yang melakukan serangkaian penggerebekan di berbagai wilayah negara tersebut.
Militer AS menegaskan bahwa personel mereka tidak terlibat langsung dalam kontak senjata di lapangan.
Dalam sebuah video yang dirilis Komando Selatan AS (Southcom), terlihat helikopter militer menjemput pasukan di area operasi sebagai bagian dari rangkaian misi yang disebut akan terus berlanjut di Ekuador.
Pihak militer AS menyebut operasi ini sebagai bukti komitmen negara-negara mitra di Amerika Latin dan Karibia untuk bersama-sama memerangi jaringan narkoterorisme yang semakin menguat di kawasan tersebut.
Kerja sama ini juga mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Presiden Ekuador Daniel Noboa dan pemerintahan Donald Trump sejak 2025.
Noboa menjadikan pendekatan militer sebagai strategi utama untuk menekan kejahatan geng narkoba yang meningkat tajam di negaranya. Meski begitu, rencana Ekuador untuk mengizinkan AS mendirikan pangkalan militer sempat ditolak melalui referendum.
Ekuador sendiri dianggap sebagai titik transit penting dalam perdagangan narkoba global,
terutama bagi kartel dari Kolombia dan Peru yang menyelundupkan kokain menuju Amerika Serikat.tuturnya depan wartawan patroli 86 com. (TH,)








