
Sumberejo, Tanggamus– patroli 86.com ,, Dugaan kasus keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di MTs Al Ma’ruf Margodadi, Kecamatan Sumberejo, pada Jumat, 10 April 2026. Empat siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu MBG.
Guru BK MTs Al Ma’ruf membenarkan kejadian tersebut. “Benar ada 4 siswa yang muntah dan mual. Akan tetapi perlu dicatat, 4 siswa tersebut mengalami gejala secara bersamaan setelah menyantap makanan MBG,” ujarnya kepada awak media.
Dugaan bahwa menu tidak layak konsumsi menguat karena empat siswa mengalami gejala serupa dalam waktu berdekatan. “Kalau makanan MBG tersebut layak konsumsi, tidak mungkin terjadi 4 siswa mengalami muntah dan pusing sekaligus,” kata sumber di sekolah.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margodadi, Wanda, mengakui adanya kelalaian. “Kami membenarkan ada keteledoran di dapur kami. Akan kami evaluasi masalah menu yang diberikan kepada siswa setiap harinya,” jelas Wanda saat dikonfirmasi.
SPPG Margodadi diketahui menaungi distribusi MBG untuk 15 sekolah di Kecamatan Sumberejo. Atas kejadian ini, pihak sekolah dan orang tua meminta evaluasi menyeluruh terhadap standar pengolahan di dapur MBG karena menyangkut keselamatan siswa.
Dasar Hukum & Tindak Lanjut
Kasus dugaan keracunan makanan dapat diproses secara hukum sesuai UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, khususnya terkait hak atas keamanan dan keselamatan dalam mengonsumsi barang/jasa.
Penyelenggaraan MBG sendiri diatur dalam Peraturan Presiden No. 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Perpres ini menekankan standar keamanan pangan, higienitas dapur, dan mekanisme pengawasan oleh Badan Gizi Nasional bersama Dinkes dan BPOM.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Tanggamus dan BGN perwakilan Lampung belum mengeluarkan hasil uji laboratorium sampel makanan. Sampel menu MBG tanggal 10 April 2026 disebut telah diamankan untuk diperiksa.
Catatan Redaksi: Semua pihak yang disebut berhak memberikan klarifikasi lanjutan. Penyebab pasti gejala yang dialami siswa menunggu hasil investigasi resmi Dinkes/BPOM. Pemberitaan ini berdasarkan keterangan narasumber dan statusnya masih dugaan. Red
Maulani







