
patroli 86.com ,, belakangan ini, Wakil Presiden RI yang ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK), terkesan sekali disudutk4n.
Ditohok tak kepalang. Sejumlah orang yang mengatasnamakan organisasi Umat Kristiani, seakan mengaum, penuh pekik dan protes atas ucapan JK.
Mereka, melalui media sosial, memprotes ucapan JK di salah satu forum. JK dalam forum itu berkisah bahwa konfl1k sosial (horizontal) di Poso dan Ambon, antara kelompok Kristen dan Islam, diperparah oleh paradigma dan pemahaman agama yang keliru.
Kelompok Islam berprinsip bahwa membunvh orang Kristen masuk surga, sementara kelompok Kristen juga berprinsip bahwa membunvh orang Islam adalah jalan menuju surga.
Nah, di sinilah pangkal ikhwal mengapa JK diser4ng oleh sekelompok orang yang merasa JK meng4du domba dan memojokkan aj4ran teologia Kristen.
Kelompok yang berpekik penuh protes tersebut, mengutip ucapan JK secara tidak utuh. Tidak dikaitkan dengan konteks peristiwa, tetapi ucapan tersebut dipenggal dan penggalan tersebut bisa saja ditafsirkan secara liar.
Apa sesungguhnya yang terjadi, terutama dengan pernyataan JK yang dipenggal itu? Alur kisah tentang pernyataan JK tersebut sebagai berikut.
Dalam menyelesaikan konfl1k horizontal di Poso dan Ambon pada 2001 dan 2002, saya sangat aktif membantu JK, termasuk menyusun draft perdamaian antara kedua kelompok yang bertikai.
Naskah perdamaian tersebut dinamai Deklarasi Malino, karena ditandatangani di kecamatan di Selawesi Selatan, Malino.
Selain menyusun draft, saya juga ditugasi menegosiasikannya dengan pihak-pihak yang bertikai.
Sebelum pihak-pihak tersebut didamaikan, JK mengumpulkan pelbagai informasi mengenai motif konfl1k keker4san di kedua tempat itu.
Yang mengumpul informasi adalah kaum jurnalis, lokal dan nasional, televisi dan media cetak, akar rumput (LSM antikekerasan dan properdamaian), serta tokoh-tokoh masyarakat dari kedua belah pihak.
Setelah informasi dikumpulkan, ternyata, baik konfl1k Poso maupun Ambon, semuanya karena pemahaman agama yang tidak tepat. Kedua pihak yang berkonfl1k meyakini bahwa membunuh lawan adalah pintu ke surga.
Lalu, menjelang perjanjian damai Ambon, JK meminta saya melakukan jumpa pers. Ia meminta saya menyampaikan ke publik bahwa pihak-pihak yang bertikai, baik Islam maupun Kristen, tidak ada yang masuk surga.
Keduanya masuk neraka karena tidak ada agama yang membenarkan pembunvhan adalah jalan menuju surga.
Perintah saya jalankan dengan sempurna. Tidak ada satu pihak pun yang berpekik dan melakukan protes.
Almarhum Nurcholish Majid (Cak Nur) menelpon agar saya menyampaikan ke JK mengenai pernyataan masuk neraka tersebut(Thomas dp)
Sumber : Kompas .com







