
Kaur, Bengkulu – patroli 86.com ,, Bau busuk dugaan kebohongan pihak kontraktor proyek Sekolah Rakyat akhirnya tercium juga. Pekerja Proyek Sekolah Rakyat (SR) di kabupaten kaur, provinsi Bengkulu mengalami kecelakaan diduga tertimpa mobile crane pada (14/4/2026) di desa Cucupan kecamatan tetap.
Kebohongan itu terlontar dari mulut Kairul, tim teknis perusahaan, saat dikonfirmasi di ruang rapat hari ini (15/04/2026) oleh Tim Jurnalis Bersatu Kaur. Dengan wajah tanpa dosa ia berkata, “Memang ada musibah, tapi tidak ada korban jiwa.” ungkapnya
Pernyataan itu kini mentah terbantahkan oleh fakta di rumah sakit. Berdasarkan informasi yang di himpun dari pihak rumah sakit Faktanya jauh lebih pahit. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Kaur membenarkan ada dua pekerja proyek Sekolah Rakyat yang masuk IGD. Satu orang dinyatakan meninggal dunia
Pekerja atas nama Arik Ananto ( 28) dari Desa Sumbermulyo, kecamatan Sale Kabupaten Rembang telah meninggal dunia
pada Rabu (15/4/2026) di ruangan mawar RSUD Kaur, satu lagi selamat langsung memulangkan jenazah saudaranya ke rumah duka di Rembang, Jawa Barat.
Mirisnya, pihak kontraktor sempat menutup-nutupi fakta tersebut.
Kematian buruh itu seolah ingin ditutupi dalam-dalam. Crane rubuh, nyawa melayang, tapi kontraktor memilih bungkam dan berkelit. Publik baru tahu kebenarannya setelah rumah sakit buka suara, bukan dari pihak yang seharusnya paling bertanggung jawab.
Insiden ini membuka borok lemahnya pengawasan keselamatan kerja di proyek pemerintah. Mobile crane rubuh bukan perkara sepele. Itu tanda ada yang salah dengan prosedur, alat, atau pengawasan di lapangan. Namun yang lebih busuk adalah upaya menutupi korban jiwa.
Kairul dan perusahaannya kini ditagih pertanggungjawaban. Berbohong soal nyawa manusia bukan cuma soal etika, tapi sudah masuk ranah pidana. Polisi didesak segera memeriksa kelalaian yang berujung maut dan dugaan memberi keterangan palsu ke publik.
Sementara itu, jenazah korban sudah dalam perjalanan pulang ke Rembang, Jawa Barat, diantar saudaranya yang selamat dari maut. Kasus ini jadi tamparan keras: proyek atas nama “rakyat” justru menumbalkan rakyat kecil. Jika kebohongan soal kematian saja berani dilontarkan, jangan-jangan keselamatan kerja memang tidak pernah jadi prioritas.kulman hadi








