
Ketapang kalbar,, patroli 86.com ,, warga Marau, 25 April 2026, Masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Ketapang mengeluhkan seringnya terjadi pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini terpantau dalam perjalanan menuju wilayah Kecamatan Tumbang Titi, Jelai Hulu, Marau hingga Manis Mata, di mana pemadaman disebut terjadi cukup sering, bahkan hampir setiap hari.ujarnya kepada publik tanggal 25/4)2026
Awak media Alamozia juga mengalami langsung peristiwa tersebut saat berada di kawasan Tanjung, tepatnya di persimpangan yang kerap dijadikan tempat beristirahat warga. Lampu listrik tiba-tiba padam tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.
Menurut keterangan salah satu warga, kondisi listrik yang sering padam di wilayah tersebut sudah berlangsung berulang kali. Ia menyebut hingga kini belum ada penjelasan resmi yang diterima masyarakat terkait penyebab maupun penanganannya dari pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara).
“Pemadaman ini sudah sering terjadi, tapi kami belum mendapat kejelasan,” ujarnya.
Warga lainnya juga menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk risiko terhadap peralatan elektronik rumah tangga.
Selain itu, para pedagang malam mengaku turut merasakan dampaknya karena aktivitas usaha menjadi terganggu saat listrik padam.
Di lokasi yang sama, awak media turut bertemu dengan Anggota DPRD Komisi II, Irawan, yang berasal dari Marau sekaligus merupakan perwakilan Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Ketapang.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali mempertanyakan persoalan ini kepada PLN Ketapang.
“Kami sudah sering menyampaikan hal ini kepada pihak PLN Ketapang, namun hingga saat ini belum ada penjelasan yang kami terima,” ungkapnya.
Irawan juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, yakni besok atau lusa, dirinya berencana bertemu dengan perwakilan PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang berada di wilayah Kecamatan Air Upas. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk kembali mempertanyakan secara langsung terkait seringnya pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah kecamatan.
Ia berharap melalui pertemuan tersebut dapat diperoleh penjelasan yang jelas, termasuk penyebab serta langkah penanganan ke depan agar permasalahan ini tidak terus berulang.
Masyarakat pun berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, mengingat listrik merupakan kebutuhan penting yang sangat mempengaruhi aktivitas dan perekonomian warga.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan hasil pantauan lapangan dan keterangan narasumber. Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara) belum memberikan keterangan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(SKD)(Thomas dp)






