
Patroli86.com ,, Gerbong mutasi besar di tubuh Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP/2026 tertanggal 7 Mei viralnya 16/5/20206 2026 membawa satu nama yang langsung menarik perhatian di Sumatera Barat: Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, perwira bintang dua yang dikenal luas sebagai spesialis intelijen, kini resmi ditunjuk sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat.
Ia menggantikan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang telah menjabat Kapolda Sumbar sejak Januari 2025 dan kini dimutasikan sebagai Perwira Tinggi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Susmelawati Rosya, membenarkan pergantian tersebut. “Iya, benar. Beliau digantikan oleh Kapolda Kalimantan Utara,” kata Susmelawati saat dikonfirmasi, Sabtu 9 Mei 2026.vital 16/5/2026
Siapa Djati Wiyoto Abadhy?
Ia lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 3 Agustus 1969. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian angkatan 1991 — satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo — Djati melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada 2002, Sespim pada 2009, dan Sespimti pada 2019. Empat jenjang pendidikan profesional yang menunjukkan investasi panjang dalam pengembangan diri sebagai perwira.
Sejak awal kariernya, Djati memilih spesialisasi yang tidak banyak diminati tapi sangat dibutuhkan: intelijen dan keamanan. Jalur ini membutuhkan kesabaran, kemampuan analisis mendalam, dan kepekaan terhadap perubahan situasi yang tidak selalu terlihat di permukaan.
Ia memulai karier operasional sebagai Kapolres Barito Selatan di Kalimantan Tengah pada 2011-2012, sebelum kembali ke jalur intelijen sebagai Wakil Direktur Intelkam Polda Kalimantan Tengah dari 2012 hingga 2014. Dari sana, kepercayaan terus mengalir. Ia naik menjadi Direktur Intelkam Polda Riau dari 2014 hingga 2016, mengawal stabilitas di provinsi dengan kompleksitas tinggi mulai dari isu perkebunan hingga perbatasan.
Kariernya kemudian bergerak ke Badan Intelijen dan Keamanan Polri di Mabes, dengan berbagai jabatan dari 2016 hingga 2020 sebelum kembali ke jabatan Direktur Intelkam di Polda Jawa Tengah pada 2020-2021. Kemampuannya menjaga stabilitas di wilayah strategis membawanya dipercaya sebagai Direktur Keamanan Khusus Baintelkam Polri dari 2021 hingga 2024 — jabatan yang menuntut penguasaan isu-isu keamanan strategis di tingkat nasional.
Setelah puluhan tahun bergerak di jalur intelijen, Djati mulai menapaki jabatan kepemimpinan wilayah. Pada 2024 ia menjabat Wakil Kapolda Kalimantan Timur, lalu dipromosikan menjadi Wakil Kapolda Metro Jaya pada 2024-2025 — posisi yang menuntut ketahanan tinggi menghadapi kompleksitas ibu kota. Dari Jakarta, ia ditunjuk menjadi Kapolda Kalimantan Utara pada Agustus 2025, dan belum genap setahun di sana, amanah baru sudah menunggu di Ranah Minang.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar formalitas. “Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” kata Johnny.
Bagi Sumatera Barat, kehadiran seorang perwira yang menghabiskan sebagian besar kariernya di bidang deteksi dini dan pemetaan potensi gangguan keamanan adalah sebuah modal strategis. Wilayah Ranah Minang dengan dinamika sosial, budaya, dan geografisnya yang khas membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat di lapangan, tapi juga tajam dalam membaca situasi sebelum berkembang menjadi masalah.
Proses serah terima jabatan resmi dijadwalkan berlangsung dalam upacara sertijab di Mabes Polri dalam waktu dekat)Thomas dp)






