
Patroli86.com – Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengunjungi SMA Negeri 7 Mataram untuk memberikan pendampingan trauma healing pasca robohnya atap salah satu bangunan sekolah, Jumat (22/5).
Sebelumnya, atap ruang kelas dan perpustakaan SMAN 7 Mataram roboh secara tiba-tiba pada Selasa (19/5) siang lalu. Akibat kejadian tersebut, empat siswa mengalami luka ringan dan satu siswa sempat dirujuk ke RSUD Kota Mataram. Bangunan yang roboh diketahui dibangun pada tahun 2006 dan saat ini telah dipasangi garis polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Dalam sambutannya di hadapan para siswa, Bunda Sinta menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, atas musibah yang terjadi di sekolah tersebut.
Ia mengajak para siswa untuk tetap berpikir positif dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum memperbaiki kondisi sekolah agar proses belajar mengajar ke depan menjadi lebih aman dan nyaman.
“Kalian adalah generasi muda NTB yang kami titipkan masa depan daerah ini. Kami ingin kalian menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan penuh kasih,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bunda Sinta juga memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar dan sesama teman. Ia mengingatkan pentingnya saling memperhatikan kondisi teman, terutama ketika menghadapi masalah atau mengalami perubahan perilaku.
Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar di era digital sehingga kemampuan sosial, empati, dan komunikasi langsung tetap harus dijaga.
“Teknologi boleh maju, tetapi rasa peduli dan perhatian terhadap sesama jangan sampai hilang. Itu yang akan menjadi kekuatan generasi kalian di masa depan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan teknologi dan media sosial serta tidak mudah mempercayai seluruh informasi yang beredar di internet.
“Kalian punya teknologi yang luar biasa, gunakan dengan baik agar tidak menjadi generasi mager dan tetap memiliki semangat berjuang untuk masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB, Syamsul Hadi, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB memberikan perhatian serius terhadap kondisi SMAN 7 Mataram pascakejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Insya Allah SMA Negeri 7 Mataram mendapatkan perhatian khusus dan prioritas dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” ujarnya.
Ia juga meminta para guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan guna membantu pemulihan psikologis siswa.
“Kurangi dulu tugas-tugas yang terlalu berat. Pembelajaran harus dibuat menggembirakan dan penuh interaksi agar anak-anak kembali nyaman belajar di sekolah,” katanya.
Kepala SMAN 7 Mataram, Ridha Rosalina, menyampaikan bahwa sejak hari pertama pascakejadian pihak sekolah langsung menggelar doa bersama dan memberikan pendampingan kepada siswa. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan sistem dua sif guna menghindari penggunaan ruang yang dinilai belum aman.
“Alhamdulillah lima siswa yang menjadi korban sudah kembali masuk sekolah hari ini. Kami berharap trauma anak-anak perlahan bisa pulih dan proses belajar kembali berjalan normal,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Provinsi NTB yang langsung turun tangan melakukan penanganan dan pendampingan bagi warga sekolah.








