
JAKARTA – PATROLI 86.COM ,, Kabar mengejutkan dan memalukan datang dari lingkungan internal PT Telkomsel. Dua pejabat tinggi yang menjabat sebagai Wakil Direktur di Telkomsel Pusat, kini menjadi sorotan tajam terkait dugaan kasus penipuan investasi. Keduanya adalah Arson Arisondang dan Jendro Hartono. Di samping jabatannya sebagai pimpinan di BUMN, keduanya juga tercatat sebagai pemilik PT Bumi Ternak Pintar, sebuah usaha peternakan yang beralamat di Mojokerto, Jawa Timur.
Aksi mereka diduga sangat merugikan seorang investor yang dikenal dengan panggilan Mister’H, dengan total kerugian mencapai hampir Rp 900 juta.
Kasus bermula dari penawaran investasi yang dikemas sangat meyakinkan. Mister H tergiur iming‑iming keuntungan besar yang disodorkan langsung oleh kedua oknum tersebut. Mengandalkan pengaruh dan jabatan mereka, Arson dan Jendro menawarkan skema bisnis peternakan di bawah bendera PT. Bumi Ternak Pintar (BTP). Percaya pada integritas kedua pejabat itu, Mister H pun memutuskan menanamkan modalnya demi masa depan yang cerah.
Berdasarkan dokumen perjanjian kerjasama yang diperoleh awak media, Mister H menyetorkan dana secara bertahap pada bulan Agustus 2020.
– 🗓 11 Agustus 2020: Rp 200.000.000
– 🗓 18 Agustus 2020: Rp 200.000.000
– 🗓 25 Agustus 2020: Rp 213.000.000
Total investasi yang disetorkan mencapai Rp 613.000.000, dengan kesepakatan kerjasama selama 5 Tahun.
Dalam kontrak hitam di atas putih, tertulis jelas perjanjian yang sangat menguntungkan investor. Skema pembagian keuntungan disepakati 25% untuk investor dan 75% untuk PT BTP. Poin paling menggiurkan, di tahun kelima kontrak, kedua pejabat Telkomsel itu berjanji mengembalikan seluruh modal beserta keuntungan dan Good Will. Secara resmi mereka menjamin akan membayar total Rp 1.513.000.000 (Satu Milyar Lima Ratus Tiga Belas Juta Rupiah) saat perjanjian berakhir.
Namun, janji manis itu kini terbukti hanya menjadi jebakan.
Lima tahun masa kontrak berlalu, realitas yang dihadapi Mister H sangat pahit. Meskipun sempat menerima pembayaran bagi hasil sebesar Rp 656.670.489, angka itu hanyalah serpihan kecil dari janji yang diucapkan. Berdasarkan perhitungan rinci yang dimiliki korban, Arson Arisondang dan Jendro Hartono belum menuntaskan kewajibannya.
Hingga hari ini, total tagihan yang masih tertunggak dan wajib dilunasi oleh PT. Bumi Ternak Pintar mencapai angka fantastis: Rp 890.829.511.
Kecewa dengan ketidakjelasan yang berlarut‑larut, Tim Awak Media bergerak menuju kantor tempat mereka bekerja. Konfirmasi dilakukan langsung di Gedung TLT, Jl. Gatot Subroto No.Kav 52 Lantai 10, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, alamat resmi Kantor Pusat PT Telkomsel.
Niat baik untuk mediasi justru berujung kekecewaan. Pihak manajemen di lokasi menyampaikan alasan buntu: Arson Arisondang dan Jendro Hartono tidak dapat ditemui dengan dalih sedang tidak berada di kantor. Padahal, masalah ini sudah memasuki tahap penagihan serius dan krusial.
Mister H akhirnya angkat bicara dengan nada tegas dan penuh kekecewaan. Ia merasa kepercayaannya telah dimanfaatkan secara licik hanya karena status dan jabatan mereka yang tinggi.
“Saya hanya meminta hak saya dikembalikan dengan kesadaran penuh. Jangan sampai perbuatan pribadi yang kotor ini justru mencoreng nama baik besar PT Telkomsel yang selama ini kita hormati,” tegas Mister H dengan nada tinggi.

Ia menilai bisnis yang dijalankan PT Bumi Ternak Pintar memiliki indikasi kuat sebagai Investasi Bodong. Modus operandi sangat jelas: setelah dana masuk, dimanfaatkan, dan kontrak habis, pemilik usaha seolah menghilang dan menolak bertanggung jawab.
Tidak hanya soal uang, perusahaan yang dipimpin dua Wakil Direktur ini kini juga disoroti ketat terkait masalah perizinan usaha, yang diduga bermasalah dan tidak sesuai standar operasional yang sah.
Menyikapi kasus yang berpotensi besar merusak citra BUMN ini, Mister H menyuarakan harapan besar kepada Pimpinan Tertinggi PT Telkomsel.
“Saya berharap Bapak Direktur Utama segera turun tangan. Ambil kebijakan tegas! Ada Wakil Direktur di bawah naungan Bapak yang tersandung masalah hukum serius. Kami ingin menyelesaikan ini secara baik‑baik dulu,” ungkapnya.
Namun, batas kesabaran pun ada. Peringatan keras disampaikan jika Arson dan Jendro tetap bungkam.
“Jika dalam waktu yang wajar tidak ada itikad baik dan pembayaran masuk, saya tidak punya jalan lain. Saya akan gerakkan seluruh jalur hukum yang ada. Mulai dari laporan Pidana hingga gugatan Perdata, saya tempuh demi keadilan!” ancamnya.
Hingga berita ini diturunkan, status pembayaran dari Jendro Hartono dan Arson Arisondang masih dalam status TUNGGAL BAYAR. Publik kini menanti langkah berani dari manajemen Telkomsel: apakah akan membiarkan pejabatnya menjadi beban, atau bertindak bersih demi nama baik institusi?.
Patroki86 jakarta melaporkan







