
PAPUA,, patroli 86.com ,, 18 September 2026 – Padang sabana kering, Pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Jayawijaya, Papua Pegunungan. Lokasi persis di jalur Trans Wamena – Mbua. Terlihat tanah hitam bekas bakaran, pohon-pohon kering.
Rabu, 16 September 2026 – Pukul 11.30 WIT – Sehari setelah eksekusi Selasa, 15 September 2026 pukul 06.00 WIT.
ISI DETIK PER DETIK – YANG BIKIN MERINDING:
→ Kamera dari atas menunjukkan sebuah mobil travel / Lajuran berwarna putih / silver sudah hangus 100%. Atap penyok, kaca pecah semua, besi rangka meleleh. Di sekitar mobil, ilalang hitam terbakar.
Suara anggota di lokasi:
> “Untuk bangkai mobil sudah ditemukan”
→ Seorang prajurit TNI bersenjata lengkap dengan helm dan ransel tempur mendekat hati-hati ke bangkai mobil. Area masih dianggap rawan KKB.
Suara lain:
> “Kosong bang, kosong bang… Jenazah sudah terbakar habis”
Di video beredar di media sosial di bagian dalam mobil – itu adalah posisi jenazah Alm. Aris Sanda yang ditemukan di dalam mobil yang dibakar.
→ Close up ke dalam mobil – jok sudah jadi arang, dashboard meleleh. Jenazah dalam kondisi tidak bisa dikenali lagi karena terbakar bersama mobil.
Ini bukti KKB tidak hanya menembak, tapi membakar hidup-hidup beserta kendaraannya untuk hilangkan jejak.
KRONOLOGI LENGKAP YANG SUDAH DIKONFIRMASI TNI:
Korban: Alm. Aris Sanda, sopir asal Toraja, bapak Tasya, sudah 13 tahun narik Wamena-Mbua sejak 2013.
Selasa, 15 Sept 2026, 06.00 WIT: Diadang KKB OPM Kodap III Ndugama. Penumpang lain disuruh putar balik ke Wamena. Aris dibawa ke Habema.
Dipaksa bikin video: Pakai baju krem jaket hitam, dipaksa pegang Bendera Bintang Kejora dan ucapkan dukungan Papua Merdeka sambil ditodong senjata laras panjang.
Dieksekusi & dibakar: Setelah video selesai, ditembak lalu mobil dibakar bersama jenazah.
Rabu, 16 Sept 2026: TNI Koops Habema temukan. Kepala Penerangan Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna benarkan:
> “Tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya. Kami sangat menyayangkan, korban sedang bekerja melayani masyarakat pedalaman.”
Kapuspen TNI Mayjen Hariyanto tegaskan pengejaran pelaku terus dilakukan.
TNI ada di sana, mereka yang melakukan penyisiran di medan berkabut dan berhasil evakuasi jenazah walau KKB masih berkeliaran.
Doa untuk Alm. Aris Sanda – Sopir pejuang nafkah yang mati saat kerja.
TERULANG LAGI – KKB EKSEKUSI SOPIR ASAL TORAJA DI WAMENA! DIPAKSA BIKIN VIDEO BINTANG KEJORA DULU BARU DIBAKAR HIDUP-HIDUP DALAM MOBIL – NETIZEN: ANGGOTA DIMANA??
Ini berita lengkap penuh misteri dari rangkuman bongkar fakta rahasia di balik kematian Alm. Aris Sanda alias Bapak Tasya.
IDENTITAS KORBAN:
Nama: Alm. Aris Sanda (Bapak Tasya)
Asal: Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Profesi: Sopir Lajuran / Travel Wamena – Mbua
Sudah mengabdi sejak 2013 – 13 tahun antar logistik & mama-mama Papua jualan ke kota. Dikenal baik.
LOKASI & WAKTU KEJADIAN – PENUH MISTERI:
Selasa, 15 September 2026 – Pukul 06.00 WIT
Lokasi: Pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan – Jalur Trans Wamena-Nduga, jalur maut.
Rombongan mobil lajuran dari Wamena menuju Mbua dihentikan mendadak oleh kelompok bersenjata laras panjang dan parang yang mengklaim diri sebagai OPM Kodap III Ndugama Derakma.
Yang bikin misterius: Semua penumpang disuruh kembali ke Wamena. Hanya 1 orang yang dibawa – Aris Sanda.
FAKTA RAHASIA 1: DIPAKSA BIKIN VIDEO DUKUNGAN SEBELUM DIEKSEKUSI
Dalam video yang beredar, Aris terlihat:
– Pakai baju krem, jaket hitam, celana pendek
– Ditodong moncong senapan otomatis di kepala
– Dipaksa pegang Bendera Bintang Kejora
– Dipaksa ucapkan kalimat yang sudah disiapkan:
> “Saya sebagai pendatang, sopir dari dulu sudah melayani dari 2013 sampai sekarang sampai 2026 saya masih jalan di sini karena saya percaya Papua itu bisa merdeka”
Video itu direkam oleh KKB sendiri. Setelah video itu selesai, dia langsung dieksekusi.
FAKTA RAHASIA 2: JENAZAH DITEMUKAN TERBAKAR DI DALAM MOBIL
Rabu, 16 September 2026 – Siang hari, tim Koops TNI Habema yang melakukan penyisiran di Danau Habema menemukan fakta mengerikan:
> “Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.
Jenazah Aris ditemukan di dalam mobilnya sendiri yang hangus dibakar. Dievakuasi dalam kondisi sulit karena kabut tebal di pegunungan.
Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom membenarkan aksi itu dilakukan anak buahnya.
FAKTA RAHASIA 3: INI BUKAN KASUS PERTAMA – POLA YANG SAMA
Ini yang bikin publik marah. Sebulan sebelumnya, TIGA ASN tewas dengan pola yang sama di wilayah yang sama.
> “Terulang Lagi dan Lagi, KKB Bunuh Sopir Asal Toraja di Wamena… TNI Pada Kemana??”
Pertanyaan itu jadi trending di Surakarta dan Toraja.
RESPON RESMI TEGAS DARI TNI & POLRI:
1. Kapuspen TNI Mayjen TNI Hariyanto – Kamis, 17 September 2026:
> “Melakukan pengejaran terhadap pelaku. Mengoptimalkan satgas yang sudah tergelar. TNI melakukan penguatan pengamanan terhadap warga.”
2. Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Lucky Avianto – Rabu, 16 Sept:
> “Saya sangat prihatin dan berduka. Korban bukan sedang membawa ancaman. Ia sedang bekerja, membawa logistik, melayani transportasi masyarakat Papua. Orang-orang seperti inilah yang membantu kehidupan masyarakat pedalaman. Kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan.”
3. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo:
> “Anggota kami sudah merespons ke lokasi semalam, tetapi belum ditemukan karena terkendala kabut tebal. Hari ini akan dicoba kembali.”
Hingga hari ini, pengejaran masih berlangsung.
KESIMPULAN PENASARAN:
Kenapa hanya sopir pendatang yang diambil? Kenapa harus dipaksa bikin video dulu? Kenapa mobil harus dibakar bersama jenazah?
Ini bukan sekadar pembunuhan. Ini pesan teror yang sengaja direkam untuk menyebar ketakutan di jalur logistik Wamena-Mbua.
Alm. Aris Sanda bukan kombatan. Dia sopir yang 13 tahun bantu mama-mama Papua. Dan dia mati karena pekerjaannya.
Turut Berduka Cita – Alm. Aris Sanda (Bapak Tasya)
Tim Redaksi Investigasi
Billy Pratama Raharjo








