
PATROLI86.COM – BITUNG – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H. memimpin langsung kegiatan Patroli Cipta Kondisi pada Sabtu (12/4/2025), didampingi oleh Wakapolres dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Bitung.
Kegiatan patroli diawali dengan apel kesiapan yang dilaksanakan di Aspol Pinokalan pada pukul 20.00 WITA. Dalam apel tersebut, Kapolres memberikan arahan teknis pelaksanaan patroli sekaligus memimpin doa untuk kelancaran dan keselamatan tugas.
Patroli pertama dilaksanakan di Kelurahan Pateten I, di mana Kapolres menyambangi warga yang tengah merayakan Lebaran Ketupat. Dengan pendekatan humanis, beliau menyapa warga dan menyampaikan imbauan agar kegiatan hanya berlangsung hingga pukul 22.00 WITA, tidak menyediakan minuman keras, serta menjaga volume musik agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Setelah itu, rombongan patroli melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Penyeberangan Ferry, menyapa para sopir dan calon penumpang, lalu bergerak menuju pusat kota.
Patroli juga menyasar Perumahan Lembeh Permai. Di lokasi tersebut, Kapolres kembali menyapa warga yang merayakan Lebaran Ketupat dan menyampaikan imbauan serupa. Dalam suasana kekeluargaan, Kapolres sempat didaulat menghibur warga yang berkumpul.
Selain menyapa masyarakat, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap anak-anak muda di lokasi-lokasi perayaan guna mengantisipasi kepemilikan senjata tajam dan pesta minuman keras.
Kepada awak media, Kapolres Bitung menjelaskan bahwa patroli ini bertujuan untuk menjaga situasi tetap kondusif, khususnya pada malam Minggu dan dalam suasana perayaan Lebaran Ketupat.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas,” ungkapnya.
Kapolres juga menyoroti meningkatnya kasus penganiayaan dan pembunuhan belakangan ini. “Ini adalah tanggung jawab kami untuk menjaga Kota Bitung tetap kondusif. Kami mengerahkan seluruh personel, baik dari Polres maupun Polsek, dan malam ini saya pimpin langsung patroli,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa dari enam pelaku kasus pembunuhan dan penikaman yang baru-baru ini terjadi, lima di antaranya merupakan anak di bawah umur.
Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk bersama-sama memberikan bimbingan dan pembinaan, termasuk pemahaman agama, agar generasi muda tidak terjerumus dalam tindakan kriminal yang merugikan diri sendiri dan orang lain.(**)
Sumber: Humas Polres Bitung








