
Donggala – Sulteng,, patroli86.com,,
Dalam Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi Kronis infeksi berulang, yang di tandai panjang atau tinggi badannya.
Berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Kesehatan.Intervensi sensitif adalah kegiatan di laksanakan untuk mengatasi penyebab langsung terjadinya stunting.Percepatan penurunan stunting adalah setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara kunvergen holistik, Integratif, dan berkualitas melalui kerja sama multisektor di pusat, Daerah, dan desa demikian dikatakan Kades Jono Oge Fahmi Kepada Awak Media Ini usai Rembuk Stunting di ruang kantor Jono Oge Sabtu, 26 Juni 2025.
Kades Jono Oge Fahmi berharap, Masalah NIP ini Kami Pemerintah desa akan mengupayakan dan mengadakan penataan ulang tentang masyarakat yang belum punya NIP artinya kami usaha kan.
Kades Jono Oge Fahmi berharap, kerja sama pemerintah daerah dengan instansi Kesehatan dalam pencegahan Stunting akan berupaya jelas Fahmi.
Sementara ketua berharap agar stunting di desa Jono Oge dapat turun drastis.
Juga dikatakan Korwil BKKBN kecamatan Sirenja Hamna , Amd. Keb, berharap Semoga ke depannya stunting di desa Jono Oge Zero harap Hamna, Amd. Keb.
Sementara Pendamping Lokal Desa Kecamatan Sirenja Ernawati, S.Ak, menyarankan serta menekankan semua Kader, Pengurus KUA harusnya di undang untuk Rembuk Stunting dalam pencegahan Perkawinan usia dini, dan diakhir semester 1 program kerja apa saja yang di butuhkan untuk penurunan stunting, padat Karya Iklim kata Pendamping Lokal Desa Ernawati, S.Ak.
Hal senada juga dikatakan Kapus Tompe Serenja Edwan, SKM, Tujuan nya dari beberapa yang dipaparkan tadi dari KPM Kader pemerintah desa Jono Oge ke depan supaya Zero Stunting.
Jadi harapan – harapan tadi itu beberapa aitem yang di bacakan, pertama, bagaimana menghadirkan membuat surat pernyataan, orang – orang tua.
Anak Balita yang datang ke Posyandu.
Kedua meningkatan kapasitas kader sekaligus semua Balita ibu keluarga, orang tua balita yang tidak pernah datang dan acara peningkatan Kapasitas.
Selain untuk Pemerintah desa untuk mengurusnya.
Kalau untuk masalah BPJS sekarang sudah ada program Berani Sehat tidak menjadi masalah buat saya, ujar Kapus Tompe – Sirenja Edwan, SKM.
Acara di Rangkaikan dengan penanda tangan rembuk Stunting desa Jono Oge, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala Tahun 2025, mendukung Aksi Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting, pertama Kades Jono Oge Fahri, Kapus Tompe – Sirenja Edwan, SKM dan seterusnya, dan dirangkaikan dengan Poto bersama.
Turut hadir Kapus Tompe – Sirenja Adwan, SKM, Kades Jono Oge Fahmi, Ketua BPD H. IIchan, Korwil BKKBN kecamatan Sirenja Hamna, Amd. Keb., Pendamping Lokal Desa Ernawati,Ketua TP PKK Desa Jono Oge , Kader Kader, Pendamping Kapus personil dari Puskesmas Tompe – Sirenja yakni : Deby Wulandari ( Gizi ), Dian Purwanti ( Promkes), Sonia Desri Yana ( Gizi )Turut hadir Arifin, Kadus II: Yunus, Kadus III : Bahtiar. ( Hard).








