
Patroli 86.com – Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan menghadiri acara Ramah Tamah atau Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Bupati Kayong Utara, Sabtu (1/8/2026) malam
Malam Ta’aruf menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan seluruh kafilah dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Sebanyak 633 peserta hadir membawa semangat yang sama, yakni memuliakan Al-Qur’an, memperkuat persaudaraan, serta menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Sementara itu, Bupati Kayong Utara menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kafilah. Ia menegaskan bahwa Malam Ta’aruf tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk saling mengenal, mempererat kebersamaan, dan membangun kekuatan melalui persaudaraan.
“Semoga MTQ menjadi sarana memperkokoh keimanan dan memperkuat persatuan. Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan,” pesannya.
Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Barat turut mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai ruang untuk berlomba dalam kebaikan. Menurutnya, kemuliaan manusia tidak hanya terletak pada prestasi, tetapi juga pada manfaat yang diberikan kepada sesama serta kesungguhan dalam mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an.
Acara berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan penampilan tari daerah yang memukau serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana semakin hangat dengan lantunan musik religi dari Grup Debu asal Jakarta.
Turut hadir para bupati se-Kalimantan Barat, Ketua LPTQ kabupaten/kota, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Raja Sintang, dewan hakim
Malam Ta’aruf menjadi penanda bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan gerakan bersama untuk membumikan Al-Qur’an, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan generasi yang berilmu, berakhlak, adaptif, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa)kaperwil Kalbar Thomas dp)








