
*KAUR* -Patroli86.com – Baru beberapa bulan diserahterimakan, bangunan sumur bor milik Dinas PUPR Kabupaten Kaur di Desa Padang Petron, Kecamatan Kaur Selatan sudah tidak berfungsi. Kondisi itu membuat masyarakat kecewa, terutama di tengah musim kemarau saat ini. Selasa, 11/8/2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Minum SPAM. Dengan nomor kontrak 690/99/KONT.AM/CK.PUPR/KK/2025, proyek senilai Rp578.502.406,04 itu dikerjakan selama 100 hari kalender oleh CV. Sumber Air Bersaudara, dengan pengawas CV. Sinar Jaya Engineering.
Bangunan sumur bor tersebut diketahui baru serah terima pada bulan Januari lalu. Namun saat ini mesin sumur bor sudah rusak. Akibatnya warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Firjan, anggota DPRD Kaur dari Fraksi Nasdem yang akrab disapa Ujang Simah, menyoroti kondisi tersebut saat reses di Desa Padang Petron. Ia menyampaikan akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR untuk mengajukan rehab sumur bor tersebut pada perubahan APBD mendatang.
“Kita akan dorong agar segera diperbaiki. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” kata Firjan kepada warga.
Salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya curhat kepada Firjan. “Kemarin saya sudah koordinasi dengan tukang sumur bor. Kalau ganti mesin samsible yang 2 PK harganya 4 juta. Itu sudah sama jasanya, pokoknya terima beres,” ucapnya.
Warga berharap perbaikan bisa segera dilakukan. Mereka menilai proyek air bersih harus benar-benar bermanfaat dan tidak hanya jadi bangunan seremonial yang cepat rusak. Hingga berita ini diterbitkan upaya konfirmasi dengan Kadis PUPR dan pihak kontraktor terus diupayakan.
_Pewarta: kulman hadi








