
Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal/Kemendes PDTT resmi menggandeng Komando Pasukan Khusus/Kopassus TNI AD untuk mempercepat pembangunan di desa-desa tertinggal. Pilot project program “TNI Manunggal Masuk Desa” akan dimulai pada Oktober 2026 di Provinsi Bengkulu.
Kerja sama ini ditandai dengan pertemuan antara Menteri Desa Yandri Susanto dengan Panglima Kopassus Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi di Kantor Kemendes, Jakarta.
1. PERTEMUAN DI KANTOR KEMENDES JAKARTA
Kedatangan Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi ke Kantor Kemendes disambut langsung oleh jajaran pimpinan Kemendes PDTT. Pertemuan ini juga dihadiri pejabat terkait dan diliput awak media.
Di layar terpampang teks: “JAKARTA – KOLABORASI KEMENDES DAN TNI MEMBANGUN DESA”.
Pertemuan dilanjutkan secara tertutup. Menteri Desa Yandri Susanto duduk bersama Letjen Djon Afriandi di ruang pertemuan dengan latar belakang logo “BANGUN DESA BANGUN INDONESIA” dan bendera Merah Putih.
2. 5 FOKUS KEGIATAN DI BENGKULU
Usai pertemuan, Mendes Yandri Susanto memberikan keterangan pers didampingi Panglima Kopassus.
Yandri menyebut, salah satu fokus utama Kemendes adalah mengoptimalkan peran TNI melalui program “TNI Manunggal Masuk Desa”.
> “Salah satu fokus kami dengan Tentara Nasional Indonesia adalah TNI Manunggal Masuk Desa ini akan kami lakukan dengan Pak Panglima Kopassus insyaallah di bulan Oktober nanti di daerah Provinsi Bengkulu ya beberapa desa di Provinsi Bengkulu akan kita lakukan banyak kegiatan di desa.”
Rencana kegiatan di beberapa desa di Bengkulu meliputi:
1. Pembangunan infrastruktur dasar: jalan desa, MCK
2. Sarana kesehatan dan pendidikan
3. Rehabilitasi rumah tidak layak huni
4. Penguatan kegiatan ekonomi masyarakat desa
3. SINERGI PROGRAM: “SEHATI” HINGGA “DESA EKSPOR”
Selain program fisik, Yandri juga menegaskan Kemendes memiliki sejumlah program unggulan yang akan disinergikan dengan TNI. Di antaranya:
– SEHATI: Sejahtera Ekonomi Masyarakat Desa
– Desa Tematik
– Desa Ekspor
– Desa Wisata
Menurut Yandri, pelibatan banyak pihak termasuk TNI adalah kunci agar pembangunan desa berjalan cepat dan tepat sasaran.
> “inilah cara kami untuk menggeser air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan”
keterangan pers tertulis: “YANDRI SUSANTO – MENTERI DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL” dan “PROGRAM MEMBANGUN DESA LIBATKAN BANYAK PIHAK”.
KESIMPULAN
Kolaborasi Kemendes PDTT dengan Kopassus ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam membangun desa. Dengan memilih Bengkulu sebagai pilot project pada Oktober 2026, pemerintah menargetkan percepatan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di daerah tertinggal melalui kekuatan dan disiplin TNI.
Program “TNI Manunggal Masuk Desa” diharapkan tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di tingkat desa.
Tim Redaksi investigasi
Billy Pratama Raharjo








