
Halmahera Selatan//Patroli86.com// — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sekitar tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Kebakaran yang dilaporkan muncul sejak 14 Oktober 2026 itu kini menjadi perhatian Pemerintah Desa Kawasi, masyarakat, dan tim perusahaan yang bersama-sama melakukan upaya pengendalian api.
Sekretaris Desa Kawasi, Frans Datang, mengatakan kebakaran kembali menjadi perhatian setelah api sebelumnya berangsur padam melalui penanganan bersama. Menurutnya, titik api yang muncul kali ini berada di area penimbunan sampah warga, bukan di lokasi kebakaran sebelumnya yang telah ditangani.
“Kami berharap penanganan kali ini bisa kembali dilakukan melalui kerja sama semua pihak. Pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan perlu saling mendukung agar api dapat dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Frans.
Dalam upaya penanganan tersebut, Crisis Management Team (CMT) Harita Nickel membagi personel menjadi tiga tim dengan tugas berbeda. Tim pertama melakukan survei lapangan untuk memastikan akses yang dapat dilalui kendaraan pemadam dan truk pengangkut air. Tim kedua disiapkan untuk melakukan pemadaman langsung setelah akses dinyatakan aman, sementara tim ketiga bertugas mengawasi perimeter guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran api.
Berdasarkan pemantauan terakhir, titik api diperkirakan berada sekitar 400–600 meter dari fasilitas perusahaan. Pembukaan akses menuju lokasi menjadi salah satu prioritas, disertai persiapan peralatan pendukung pemadaman dan pembangunan sekat bakar untuk membantu membatasi penyebaran api.
Pemerintah desa dan masyarakat turut terlibat dalam penanganan di lapangan. Sementara itu, CMT Harita Nickel mengoordinasikan dukungan personel dan peralatan guna mendukung upaya pengendalian kebakaran.
Risiko karhutla juga menjadi perhatian di tingkat regional. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam laporan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Maluku Utara agar mewaspadai potensi karhutla pada periode 15–21 Oktober 2026, seiring rendahnya curah hujan dan kondisi cuaca yang didominasi berawan hingga cerah berawan.
Masyarakat juga diimbau tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan karena tindakan tersebut dapat memicu dan memperluas kebakaran.
Secara terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Fransiska Thendean, yang akrab disapa Siska, turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla, khususnya terhadap kualitas udara dan kesehatan kelompok rentan.
“Kebakaran ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan fenomena alam yang kadang sulit dihindari. Untuk itu, mari sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara, terutama bagi warga yang rentan,” ujar Siska, Senin (12/10/2026).
Munculnya kembali kebakaran di sekitar TPS Kawasi menjadi perhatian bersama agar penanganan dapat berjalan optimal. Selain pemadaman, pengawasan terhadap titik rawan kebakaran dan pencegahan pembakaran sampah secara terbuka juga diperlukan untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Sinergi pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan diharapkan dapat membantu mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah sekitar.
(Tim Red)









