
JAKARTA, 14 September 2026 – Dalam satu minggu terakhir, Pemerintah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan dua program besar yang menyasar langsung rakyat bawah: jaminan keuangan untuk seluruh warga dan jaminan masa depan untuk siswa miskin. Keduanya viral di media sosial.
PROGRAM 1: GEGER! REKENING SALDO AWAL Rp 50 RIBU DARI APBN Rp 11 TRILIUN
Sumber & Tanggal Informasi:
Disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 9 September 2026. Dikonfirmasi juga oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada hari yang sama.
Apa Isinya?
Sebanyak 200 juta warga Indonesia usia 17 tahun ke atas yang sudah punya KTP akan dibuatkan rekening bank secara otomatis dengan saldo awal Rp 50.000 gratis. Dana berasal dari APBN sekitar Rp 11 Triliun.
Pernyataan resmi Airlangga:
> “Dananya dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta dolar AS atau sekitar Rp 11 T lah.”
> “Bisa, bisa ditarik,” tegas Airlangga saat ditanya apakah saldo bisa diambil.
Tujuan Program:
1. *Arahan langsung Presiden Prabowo: Meningkatkan inklusi keuangan nasional agar semua warga terhubung ke sistem bank formal.
2. Menjadi saluran tunggal bansos tunai agar tidak salah sasaran. Uji coba penyaluran bansos lewat rekening ini direncanakan mulai 2027.
Teknis Pelaksanaan:
– Bank pelaksana: BRI untuk seluruh Indonesia dan BSI khusus Aceh.
– Mekanisme: Otomatis berbasis NIK Dukcapil. Saat rekam KTP, rekening langsung dibuat.
– Yang sudah punya rekening? Tetap dapat rekening baru + saldo Rp 50 ribu, nanti akan dikonsolidasi.
– Hitungan anggaran: 200 Juta x Rp 50.000 = Rp 10 Triliun, dibulatkan Rp 11 Triliun.
– Jawaban Menkeu Purbaya: “Mungkin ya. Kan kalau Rp 50 ribu kali sekian, nggak banyak-banyak amat lah… Cadangan belanja negara ada, selalu ada.”
Kapan Mulai? Roll out tahap awal bertahap sebelum akhir 2026, masih digodok bersama BI dan OJK. Masuk APBN 2026 atau 2027 masih dibahas.
PROGRAM 2: DUA JALUR UNTUK LULUSAN SEKOLAH RAKYAT – KULIAH ATAU JADI PEKERJA TERAMPIL
Sumber & Tanggal Informasi:
Disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam konferensi pers di SMP 113, 6 Mei 2026. Disebarkan melalui Bakom Presiden (Badan Komunikasi Presiden).
Teks resmi di layar pers Bakom RI :
> HASIL NYATA PROGRAM SEKOLAH RAKYAT
> Mensos: Sesuai Arahan Presiden, Pemerintah Siapkan Dua Pilihan Jalur Lulusan Sekolah Rakyat
Apa Isinya?
Sesuai arahan Presiden, setiap lulusan Sekolah Rakyat (tingkat SMA) wajib disiapkan dua jalur masa depan, tidak dilepas begitu saja.
Pernyataan lengkap Mensos:
> “Sesuai arahan presiden, setiap lulusan sekolah rakyat harus menempuh dua jalur. Jalur pertama adalah meneruskan ke pendidikan yang lebih tinggi di tingkat universitas, atau yang kedua menjadi pekerja terampil, apakah bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri.”
> “Ini adalah pilihan bagi siswa sekolah rakyat yang lulus di tingkat SMA.”
Rincian Dua Jalur:
1. JALUR KULIAH / BEASISWA
Untuk siswa yang memenuhi syarat akademik. Pemerintah siapkan jalur beasiswa penuh ke perguruan tinggi. Target kapasitas pembinaan Sekolah Rakyat mencapai 46 ribu siswa.
2. JALUR PEKERJA TERAMPIL
Untuk siswa yang tidak kuliah, akan diarahkan menjadi tenaga kerja terampil:
– Diperkuat dengan pelatihan keterampilan
– Kolaborasi dengan kementerian/lembaga serta BUMN
– Penempatan kerja di dalam negeri dan luar negeri
Tujuan Akhir:
> “Memperkuat mobilitas sosial dan memutus rantai kemiskinan.”
Di pernyataan juga terlihat Presiden Prabowo berdialog langsung menyemangati siswa-siswi Sekolah Rakyat berseragam pramuka yang baris-berbaris.
BENANG MERAHNYA:
Dua program ini saling nyambung. Sekolah Rakyat memutus kemiskinan lewat pendidikan, sedangkan Rekening Rp 50 ribu memutus kemiskinan lewat akses keuangan dan bansos yang tepat sasaran. Keduanya adalah hasil nyata program prioritas Presiden Prabowo untuk rakyat kecil.
Sumber:
Bakom RI 06/04/26
Istana presiden 09/09/26









